Sebuah rencana keuangan secara sederhana dapat diartikan sebagai cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan. Sedangkan tujuan keuangan sendiri adalah berbagai keinginan dalam hidup kita yang membutuhkan sejumlah uang untuk mewujudkannya. Ibarat sebuah perjalanan, maka tujuan keuangan adalah tempat yang akan kita datangi. Sedangkan rencana keuangan adalah cara untuk sampai ke tempat tersebut. Karena itu cara terbaik untuk sampai kepada tujuan keuangan adalah dengan membuat rencana bagaimana mencapainya. Jadi rencana keuangan berfungsi sebagai panduan atau arahan, bisa dibayangkan bagaimana orang bisa tersesat jika tidak mempunyai arah tujuan . Dengan demkian menetapkan tujuan keuangan adalah langkah pertama yang harus dilakukan dalam membuat rencana keuangan
Anda sendiri sebenarnya secara umum sudah menetapkan suatu tujuan keuangan yaitu ingin lebih kaya dan sejahtera dari tahun ke tahun. Ini sudah merupakan suatu tujuan keuangan yang membutuhkan sebuah perencanaan untuk mencapainya. Namun menetapkan tujuan keuangan menjadi kaya saja tidak cukup, sebab apa yang disebut kaya sangatlah relatif. Misalnya seseorang bisa merasa tambah kaya jika uangnya bertambah sebesar Rp 100 juta, namun belum tentu cukup kaya bagi orang lain.
Apakah Rp 100 juta, Rp 200 juta , Rp 1 milyar, dan sebagainya. Selanjutnya juga ditetapkan kapan waktu pak Rahyono ingin mencapai jumlah kekayaan tersebut, apakah 2 bulan, 6 bulan, 1 tahun, 5 tahun dan seterusnya. Melakukan hal ini akan membuat semua usaha bapak akan lebih terarah, ibarat kata akan lebih cepat sampai ke tujuan. Kebanyakan orang secara alamiah bahkan menjadi jauh lebih spesifik dalam menetapkan tujuan keuangannya. Hal ini berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan yang masih harus dipenuhi di masa depan. Misalnya mempersiapkan sejumlah uang untuk membayar uang muka rumah, membeli mobil, membayar biaya pendidikan anak, persiapan pensiun,atau bahkan berupaya keluar dari jeratan hutang dan lain sebagainya. Kebutuhan-kebutuhan inilah yang sebaiknya diprioritaskan terlebih dulu dibandingkan semata-mata ingin punya lebih dan lebih banyak uang lagi. Sebab ukuran-ukuran kekayaan dan kesejahteraan tidak akan terlepas dari pemenuhan kebutuhan prioritas terlebih dulu, dan jumlahnya bisa berbeda-beda bagi tiap orang. Tugas Andalah untuk menemukan ukuran kekayaan dan kesejahteraan Anda sendiri. Patokannya itu tadi, pemenuhan kebutuhan prioritas masa kini dan masa datang terlebih dulu, sambil meningkatkan efisiensi pelaksanaan strategi akumulasi harta kekayaan sehingga terjadilah kondisi berkelimpahan. Yang perlu dipahami adalah bahwa berkelimpahan harta hanyalah salah satu ukuran kekayaan yang bukan tidak mungkin dicapai oleh siapapun tidak terkecuali Anda. Syarat utamanya adalah mencapainya secara bertahap dengan perencanaan keuangan yang tepat.
Kalau begitu , berapa pertambahan jumlah kekayaan yang Anda ingin capai dari kondisi keuangan saat ini dan kapan ingin diwujudkannya adalah suatu ukuran yang harus Anda formulasikan. Untuk itu harus diketahui dulu bagaimana kondisi keuangan Anda saat ini , agar Anda bisa memperkirakan bagaimana bisa bergerak ke kondisi keuangan yang dinginkan selanjutnya. Jadi, hitung dulu berapa jumlah harta kekayaan dan hutang saat ini, jika jumlahnya sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan tujuan keuangan Anda, maka Anda bisa mewujudkannya sekarang, jika tidak silahkan teruskan langkah ke dua.
Setelah langkah pertama menetapkan tujuan keuangan tadi, selanjutnya membuat proyeksi keuangan sebagai langkah ke dua bisa dilaksanakan. Proyeksi keuangan intinya adalah mempersiapkan dana untuk membiayai berbagai tujuan keuangan yang sudah ditetapkan. Anda bisa mempersiapkannya dari jumlah harta kekayaan atau dana yang ada saat ini seperti ilustrasi diatas, namun jika dananya kurang Anda bisa memenuhinya secara bertahap. Mulailahlah memperhitungkan berapa kekurangan dana yang diperlukan masing-masing tujuan keuangan , bagaiamana memenuhi kekuarangan dana tersebut dan darimana sumber dananya Disinilah alokasi penghasilan rutin maupun tidak rutin untuk tabungan dan investasi menempati posisi prioritas dari anggaran pengeluaran Anda. Dalam kondisi tertentu seseorang atau sebuah keluarga mungkin harus mengurangi beberapa jenis pos pengeluaran lain agar jumlah yang yang bisa dialokasikan untuk pos tabungan dan investasi semakin besar. Bisa juga terpaksa mengurangi pos pengeluaran lain agar lebih banyak yang dialokasikan untuk cicilan hutang. Harapannya tentu saja agar cepat keluar dari jeratan hutang.
Langkah ke tiga adalah implementasi alias action ! Rencana keuangan bagaimanapun hebatnya, hanya bagus diatas kertas jika tidak dilaksanakan. Padahal keberhasilannya sangat tergantung pada pelaksanaannya. Toh sudah ada panduannya, jadi jangan ragu-ragu lagi segera laksanakan rencana keuangan tersebut.
Langkah ke empat adalah monitoring, evaluasi dan revisi. Untuk memastikan agar kita tetap pada jalur yang benar atau stay on track, maka pelaksanaan rencana keuangan harus selalu dimonitor. Caranya adalah dengan melakukan evaluasi secara berkala, minimal setahun sekali . Namun lebih baik dilakukan tiap 3 atau 4 bulan sekali. Dalam evaluasi nanti Anda akan menemukan apakah rencana-rencana sudah dijalankan, apakah memberikan hasil sesuai harapan, apa saja kendala yang ada dan kesalahan yang terjadi. Dengan demikian bisa dilakukan langkah-langkah perbaikan. Melakukan evaluasi akan memberikan Anda dasar-dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan-keputusan keuangan di masa depan. Dan jika tujuan keuangan sesungguhnya memainkan peranan penting terhadap tujuan hidup seseorang, maka keputusan-keputusan keuangan juga tidak boleh diambil sambil lalu, melainkan dengan pertimbangan matang atas hasil evaluasi.
Terakhir , tips agar sebuah perencanaan keuangan yang sukses adalah jika secara keseluruhan memenuhi minimal tiga aspek yaitu spesifik, terukur, realistis. Barulah Anda bisa dengan mudah menerjemahkannya dalam bentuk strategi yang tertulis. Jika apa yang tertulis diatas kertas cukup sederhana dan mudah dimengerti, yakinlah bahwa Anda menjadi bersemangat melaksanakannya. Dan itulah inti rencana keuangan – dilaksanakan.
Thursday, February 15, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment